("http://gambarkursorkamu.gif") http://imageshack.us/photo/my-images/846/bxbxb.jpg/

LAPORAN LABA-RUGI


Laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu. Selisih antara pendapatan-pendapatan dengan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan. Laporan laba rugi yang kadang-kadang disebut laporan penghasilan atau laporan pendapatan dan biaya merupakan laporan yang menunjukkan kemajuan keuangan perusahaan. Pembahasan kemudian merujuk kepada definisi-definisi dasar mengenai laba, pendapatan/penghasilan, biaya, serta adanya kontroversi metode current operating dengan all inclusive, dan mengenai topik-topik yang berkembang terutama mengenai manajemen laba.
Definisi-definisi Laba
Laba akuntansi secara formal dapat di definisikan sebagai berikut:
a)   Laba dan keuntungan  mengacu pada jumlah yang berasal dari revenue atau operating revenue dikurang kos barang yang terjual, biaya-biaya yang lain, dan kerugian. (Committee on Terminology 1955, p 8 atau ATB No. 2)
b)   Laba-rugi bersih merupakan kelebihan (defisit) pendapatan atas biaya dari suatu periode akuntansi tertentu (APB statement 4, 1970b, p 134).
c)   Laba komprehensif (comprehensive income) merupakan perubahan dalam ekuitas (net asset) dikurangi dengan entitas selama periode transaksi dan kejadian atau keadaan yang bukan berasal dari sumber pemilik  (FASB 1985b, p 70 – SFAC No. 6).
Definisi yang pertama dan kedua mengacu pada pendekatan revenue-expense. Penekanannya terletak pada pentingnya standar yang mendefinisikan elemen-elemen laba rugi serta spesifikasi pengakuan dan pengukuran. Definisi yang ketiga mengacu kepada pendekatan sumber daya ekonomi, serta klaim atas sumber daya dan nampaknya definisi tersebut menjadi arah yang diambil oleh FASB saat ini dan yang akan datang.

Pendapatan (revenue) dan Keuntungan (gains)
Pendapatan dari kegiatan normal perusahaan biasanya diperoleh dari hasil penjualan barang ataupun jasa yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan. Pendapatan yang bukan berasal dari kegiatan normal perusahaan adalah hasil di luar kegiatan utama perusahaan yang sering disebut hasil non operasi. Pendapatan non operasi biasanya dimasukkan ke dalam pendapatan lain-lain, misalnya pendapatan bunga dan deviden. Maka, karakteristik pendapatan dapat di definisikan sebagai berikut:
a)   Pendapatan dihasilkan dari hasil penjualan barang atau pemberian jasa yang diukur dengan kos dengan dialokasikan kepada konsumen, klien, atau penyewa atas barang atau jasa yang diberikan kepada mereka. (Committee on Terminology 1955, p 5)
b)   Pendapatan merupakan peningkatan bruto dalam sumber daya ekonomi atau penurunan bruto dalam kewajiban yang di ukur berdasarkan kesesuaian dengan prinsip akuntansi berterima umum serta berasal dari jenis aktivitas yang mengarah pada laba. (APB 1970b, p 134)
c)   Pendapatan merupakan aliran masuk atau peningkatan lain atas sumber daya ekonomi dari sebuah entitas atau pelunasan atas kewajiban (kombinasi keduanya) selama periode yang berasal dari penyerahan atau produksi barang, jasa atau aktivitas yang lain yang merupakan kegiatan utama perusahaan. (FASB 1985b, p 78)
Keuntungan didefinisikan sebagai gains, yang bersumber selain dari penjualan produk, barang dagangan, atau pemberian jasa. Keuntungan akan meningkatkan ekuitas dari transaksi peripheral atau incidental, kecuali yang merupakan hasil dari pendapatan dan investasi pemilik. Perbedaan antara pendapatan dan keuntungan merupakan suatu subyek yang sangat kotroversi. Satu pihak berpendapat bahwa hanya pendapatan yang seharusnya dilaporkan dalam income statement. Sedangkan yang kedua berpendapat bahwa sifat keuntungan tidak mengambarkan kejadian yang berulang-ulang dari kegiatan utama suatu entitas.

Pengakuan Pendapatan (Revenue)
Sprouse dan Moonitz (1962, p 177) mendefinisikan bahwa revenues harus diidentifikasi dengan periode dimana aktivitas ekonomi utama yang diperlukan untuk penciptaan dan penyerahan barang dan jasa telah dicapai. FASB mengajukan dua kriteria pengakuan pendapatan yaitu:
1.   Pendapatan baru dapat diakui bilamana pendapatan itu telah direalisasikan atau cukup pasti akan segera terealisasikan. Pendapatan dan keuntungan dapat dikatakan telah terealisasi bilamana telah terjadi transaksi pertukaran produk atau jasa hasil kegiatan suatu entitas bisnis dengan kas atau klaim untuk menerima kas.
2.   Pendapatan baru dapat diakui bilamana pendapatan tersebut sudah terhimpun. Pendapatan dikatakan telah terhimpun bilamana kegiatan menghasilkan pendapatan dan telah berjalan secara substansial, sehingga suatu unit usaha berhak untuk mnguasai manfaat yang terkandung dalam pendapatan.
SFAC No. 5 terdapat empat alternatif  pengakuan waktu pendapatan  yaitu: (a) Selama produksi; (b) Pada saat produksi telah selesai; (c) Pada saat penjualan; dan (d) Ketika kas diterima. Sedangkan atribut yang dipakai dalam pengukuran adalah (1) Harga jual; (2) Pengumpulan kas; (3) Cost dimasa yang akan datang.

Biaya dan Kerugian
Dalam pengukuran laba periodik, kos yang sudah terjadi dipecah menjadi kos periode berjalan (biaya) dan kos periode masa mendatang (masih tetap merupakan aset). Sebagai pengurang pendapatan, semua biaya memiliki kedudukan yang sama terhadap pendapatan dan ditandingkan dengan dasar penandingan yang memuaskan yaitu kelayakan ekonomi bukan kriteria fisik. Maka biaya dapat didefinisikan sebagai berikut:
a)      Biaya dalam arti yang lebih luas merupakan semua cost yang di biayakan yang dapat dikurangkan dari revenue. Definisi tersebut mempergunakan pendekatan revenue-expenses tradisional. (Committee on Terminology 1957, p 3).
b)      Biaya merupakan penurunan bruto atau peningkatan bruto dalam kewajiban yang diakui dan diukur sesuai PABU yang merupakan hasil dari aktivitas yang berorientasi pada laba. Definisi tersebut mempergunakan pendekatan revenue-expenses. (APB 1970b, p 134).
c)      Biaya merupakan arus keluar atau penggunaan lain dari harta atau terjadinya kewajiban (atau kombinasi keduanya) selama satu periode dari penyerahan atau produksi barang, dan jasa, atau kegiatan lain yang merupakan operasi utama suatu entitas bisnis. Definisi tersebut menggunakan pendekatan asset-liabilities. (FASB 1985b, p 80).
APB statements No.4 dan FSAC No.6 mendefinisikan kerugian sama seperti cara mendefinisikan keuntungan. Kerugian merupakan pengurangan aset bersih, tetapi posisinya tidak seperti biaya atau transaksi capital. Sebagaimana halnya dengan keuntungan, perbedaan antara biaya dan kerugian tidaklah penting dalam konsep all inclusive income. Dalam hubungannya dengan prinsip perbandingan (matching principle), APB statement No.4 mengklasifikasikan kos atau biaya dalam 3 kategori, yaitu:
a)     Kos yang secara langsung berhubungan dengan pendapatan dalam suatu periode
b)    Kos yang berhubungan secara tidak langsung dengan pendapatan dalam suatu periode
c)     Kos yang secara praktek tidak dapat dihubungkan dengan pendapatan periode manapun


Artikel Terkait Akuntansi

☆☆☆ Terimakasih Semoga Bermanfaat ☆☆☆
Judul: LAPORAN LABA-RUGI
Rating: 100% based on Perfect ratings. 168 user reviews.
Ditulis Oleh: Wisnu Jibonk

0 Response to "LAPORAN LABA-RUGI"

Posting Komentar