("http://gambarkursorkamu.gif") http://imageshack.us/photo/my-images/846/bxbxb.jpg/

COST VOLUME PROFIT

1.         TITIK IMPAS DALAM UNIT
            Titik Impas (break-even point) adalah titik dimana total pendapatan sama dengan total biaya, titik dimana laba sama dengan nol. Keputusan awal perusahaan dalam mengimplementasikan pendekatan unit yang terjual pada analisis CVP adalah menentukan apa yang dimaksudkan dengan sebuah unit. Untuk menemukan titik impas dalam unit, kita memfokuskan pada laba operasi. Tujuan dari perusahaan pada umumnya untuk mencapai tingkat laba yang diharapkan. Dengan adanya analisis titik impas ini perusahaan dapat merencanakan tingkat volume produksi dan atau penjualan yang akan menghasilkan laba.

1.1       Persyaratan Dalam Titik Impas
            Diperlukan sejumlah persyaratan tertentu agar analisis Titik Impas (break-even point) dari suatu perusahaan dapat dilakukan. Syarat-syarat tersebut harus dipenuhi terlebih dahulu agar kita dapat menentukan tingkat atau volume penjualan atau produksi yang akan menghasilkan pulang pokok, artinya tidak memberikan laba atau rugi. Syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Bahwa prinsip variabilitas biaya dapat diterapkan dengan tepat (principle of cost variability is valid).
2.      Bahwa biaya-biaya yang dikorbankan harus dapat dipisahkan menjadi dua kelompok biaya, yakni biaya tetap dan biaya variabel. Biaya-biaya yang bersifat meragukan, yaitu bersifat semi tetap atau semi variabel harus ditegaskan kelompoknya sehingga akhirnya hanya ada dua kelompok biaya saja, yakni “biaya tetap” dan “biaya variabel”.
3.      Bahwa yang dikelompokkan sebagai biaya tetap tersebut akan tinggal konstan sepanjang kisaran periode kerja atau kapasitas produksi tertentu, artinya tidak mengalami perubahan walaupun volume produksi atau volume kegiatan berubah. Apabila dihitung per unit biaya tetap ini berarti akan semakin menurun dengan meningkatnya volume produksi.
4.      Bahwa yang dikelompokkan sebagai biaya variabel itu akan berubah sebanding dengan perubahan volume produksi, yakni meningkat atau menurun secara sebanding dengan perubahan volume produksi. Dengan demikian, biaya variabel itu akan tetap sama bila dihitung per unit, berapapun jumlah unit barang yang diproduksikan.
5.      Bahwa harga jual per unit barang itu akan tetap saja, tidak naik atau turun, berapa saja jumlah unit barang yang dijual. Harga per unit tidak akan menurun walaupun volume penjualan meningkat, dan sebaliknya volume penjualan barang tidak akan mempengaruhi harga jual atau harga pasarnya. Persyaratan ini berlaku bagi pasar barang yang bersaing sempurna dimana perusahaan secara individual tidak dapat mempengaruhi harga pasar.
6.      Bahwa tingkat harga umum tidak akan mengalami perubahan selama kisaran tertentu yang dianalisis.
7.      Bahwa perusahaan yang bersangkutan hanya memproduksi dan menjual satu jenis barang saja. Bagi perusahaan yang memproduksi dan menjual lebih dari satu jenis barang maka produk-produk itu harus dianggap sebagai satu jenis produk saja dengan perbandingan (mix) yang selalu konstan.
8.      Bahwa produktivitas tenaga kerja pada perusahaan yang bersangkutan akan tinggal tetap atau tidak berubah.
9.      Bahwa dalam perusahaan yang bersangkutan harus ada sinkronisasi antara volume produksi dengan volume penjualan, artinya bahwa barang yang diproduksi mesti terjual semua pada periode yang bersangkutan.
1.2       Manfaat Titik Impas
Manfaat analisis Titik Impas  adalah :
1.      Untuk mengetahui hubungan antara penjualan, biaya dan laba.
2.      Untuk mengetahui struktur biaya tetap dan variabel.
3.      Untuk mengetahui kemampuan perusahaan memberikan margin untuk menutupi biaya tetap.
4.      Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menekan biaya dan batas dimana perusahaan tidak mengalami laba dan rugi.
1.3       Keterbatasan Titik Impas
            Dalam pemakaian analisis ini kita harus menyadari keterbatasan yang dikandung analisis titik impas (break-even point) ini. Beberapa kelemahan dalam analisis titik impas adalah sebagai berikut :
1.      Asumsi yang menyebutkan harga jual konstan padahal kenyataannya harga ini kadang-kadang harus berubah sesuai dengan kekuatan permintaan dan penawaran di pasar. Untuk menutupi kelemahan itu maka harus dibuat analisis sensitivitas untuk harga jual yang berbeda.
2.      Asumsi terhadap cost
Penggolongan biaya tetap dan biaya variabel juga mengandung kelemahan. Dalam keadaan tertentu untuk memenuhi volume penjualan biaya tetap tidak bisa tidak harus berubah karena pembelian mesin-mesin atau peralatan lainnya. Demikian juga perhitungan biaya variabel per unit juga akan dapat dipengaruhi perubahan ini.
3.      Jenis barang yang dijual tidak selalu satu jenis.
4.      Biaya tetap juga tidak selalu tetap pada berbagai kapasitas.
5.      Biaya variabel juga tidak selalu berubah sejajar dengan perubahan volume.
1.4       Penggunaan Laba Operasi dalam Analisis CVP
            Laporan laba rugi merupakan suatu alat yang berguna untuk mengorganisasikan biaya-biaya perusahaan ke dalam kategori tetap dan variabel. Laporan laba rugi dapat dinyatakan sebagai persamaan berikut :
Laba Operasi = pendapatan penjualan-beban variabel-beban tetap
Contoh:
Penjualan (1.000 unit @$400)                        $400.000
(-) Beban variabel                                              325.000
Margin kontribusi                                                75.000        
(-) Beban tetap                                                    45.000
            Laba operasi                                            30.000

Maka, pada titik impas persamaan laba operasi :
Laba Operasi   = pendapatan penjualan-beban variabel-beban tetap
                        0          = ($400 x unit) - ($325 x unit) - $45.000
                        0          = ($75 x unit) - $45.000
            $75 x unit        = $45.000
                      Unit       = 600  

Setelah memiliki ukuran unit yang terjual, kita dapat mengembangkan persamaan laba operasi dengan menyatakan pendapatan penjualan dan beban variabel dalam jumlah unit dolar dan jumlah unit.
                           Laba operasi = (Harga x jumlah unit terjual) – (Biaya variabel per unit x jumalh      unit terjual) – Total Biaya Tetap
Contoh :
Penjualan (600 unit @$400                            $240.000
(-) Beban variabel                                              195.000
Margin kontribusi                                                45.000
(-) Beban tetap                                                                45.000
            Laba operasi                                                     0

Jadi, penjualan 600 unit akan menghasilkan laba nol.
1.5       Jalan Pintas untuk Menghitung Unit Impas
            Margin kontribusi (contribution margin) adalah pendapatan penjualan dikurangi total biaya variabel. Pada impas, margin kontribusi sama dengan beban tetap. Apabila kita mengganti margin kontribusi per unit untuk harga dikurangi biaya variabel per unit pada persamaan laba operasi dan memperoleh jumlah unit, maka kita akan mendapatkan persamaan dasar impas sebagi berikut :
Jumlah Unit  = Biaya Tetap / Margin Kontribusi per unit
1.6       Penjualan dalam Unit yang Diperlukan untuk Mencapai Target Laba
            Meskipun titik impas merupakan informasi yang berguna, namun kebanyakan perusahaan ingin memperoleh laba operasi lebih besar daripada nol. Apabila CVP menyediakan kita suatu cara untuk menentukan berapa unit yang harus dijual untuk menghasilkan target laba tertentu. Target laba operasi dapat dinyatakan sebagai sebuah jumlah dollar atau sebagai suatu persentase dari pendapatan penjualan. Baik pendekatan laba operasi maupun pendekatan margin kontribusi dapat dengan mudah disesuaikan untuk mencari target laba.
1.6.1    Target Laba setelah Pajak
            Pada saat menghitung titik impas, pajak penghasilan tidak berperan. Ini disebabkan karena pajak yang dibayar atas laba nol adalah nol. Namun, ketika perusahaan ingin mengetahui beberapa unit yang harus dijual untuk menghasilkan laba bersih tertentu, maka diperlukan beberapa pertimbangan tambahan. Umumnya, pajak dihitung sebagai persentase dari laba. Laba setelah pajak dihitung dengan mengurangkan pajak dari laba operasi (atau laba sebelum pajak)
Laba bersih      = laba operasi – pajak penghasilan
                                    = laba operasi-(tarif pajak x laba operasi)
                                    = laba Operasi (1 – tarif pajak)
Atau
Laba Operasi   = laba bersih/(1 – tarif pajak)
2.         TITIK IMPAS DALAM DOLAR
            Untuk menghitung titik impas dalam dolar penjualan, biaya variabel didefinisikan sebagai suatu persentase dari penjualan bukan sebagai sebuah jumlah per unit yang terjual. . Rasio biaya variabel (variable cost ratio) merupakan bagian dari setiap dolar penjualan yang harus digunakan untuk menutup biaya variabel. Rasio margin kontribusi (contribution margin ratio) adalah bagian dari setiap dolar penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba. Bagian dolar penjualan yang tersisa setelah biaya variabel tertutupi haruslah merupakan komponen margin kontribusi.
2.1       Target Laba dan Pendapatan Penjualan
            Secara umum, dengan asumsi bahwa biaya tetap tidak berubah, rasio margin kontribusi dapat digunakan untuk mengetahui dampak terhadap laba atas perubahan pendapatan penjualan. Untuk memperoleh total perubahan dalam laba yang diakibatkan oleh perubahan pendapatan, kalikan rasio margin kontribusi dengan perubahan dalam penjualan
2.2       Membandingkan Kedua Pendekatan
            Untuk pengaturan produk tunggal, pengubahan titik impas dalam unit menjadi impas dalam pendapatan penjualan hanya merupakan masalah pengalian harga jual per unit dengan unit yang terjual. Ada dua alasan mengapa digunakan rumus terpisah untuk pendekatan pendapatan penjualan, yaitu:
Normal pendapatan penjualan memungkinkan kita untuk secara langsung mencari pendapatan jika hal tersebut yang dikehendaki.
Pendekatan pendapatan penjualan jadi lebih mudah untuk digunakan dalam pengaturan multiproduk.
3.         ANALISIS MULTIPRODUK
            Analisis biaya, volume,laba cukup mudah diterapkan dalam pengaturan produk tunggal. Namun, kebanyakan perusahaan memproduksi dan menjual sejumlah produk atas jasa.
3.1       Titik Impas dalam Unit
            Analisis titik impas dalam unit diterapkan secara terpisah ke masing-masing lini produk.
Contoh :
Untuk dua produk terdapat dua margin kontribusi per unit. Mesin pemotong rumput manual memiliki margin kontribusi per unit sebesar $75($400-$325), dan mesin pemotong rumput otomatis memiliki margin kontribusi sebesar $200($800-$600).
Jawaban
Unit impas mesin pemotong rumput manual = biaya tetap/(harga-biaya variabel per unit)
                                                                        = $30.000/$75
                                                                        = 400 unit
Impas untuk mesin pemotong rumput otomatis adalah
Unit impas mesin pemotong rumput otomatis = biaya tetap/(harga-biaya variabelper unit)
                                                                        = $40.000/$200
                                                                        = 200 unit

Jadi,sebanyak 400 mesin pemotong rumput manual dan 200 mesin pemotong rumput otomatis harus dijual untuk mencapai margin produk impas. 

Artikel Terkait Akuntansi

☆☆☆ Terimakasih Semoga Bermanfaat ☆☆☆
Judul: COST VOLUME PROFIT
Rating: 100% based on Perfect ratings. 168 user reviews.
Ditulis Oleh: Wisnu Jibonk

0 Response to "COST VOLUME PROFIT"

Posting Komentar