("http://gambarkursorkamu.gif") http://imageshack.us/photo/my-images/846/bxbxb.jpg/

Ketika Tuhan Menciptakan Makhluk Bernama Ibu

Terjemahan bebas dari tulisan, "When God Creates Mothers", karya Erma Louise Bombeck (terlahir dengan nama Erma Fiste, 1927 - 1996). Mantan wartawan Herald Journal Dayton, juga novelis dan kolumnis asal Amerika.

Ditulis dalam rangka memperingati hari ibu di Amerika, dimuat tanggal 12 Mei 1974.

"Kodrat perempuan di seluruh dunia adalah menjadi ibu bagi kehidupan"

* * * * *

Suatu waktu, Tuhan tengah sibuk membuat sesuatu. Sudah enam hari Ia tidak mengadakan pertemuan dengan para malaikat untuk membincangkan keadaan alam semesta. Sebelum bertugas, seluruh malaikat harus berkonsultasi pada Tuhan.

Karena sudah terbilang lama tidak ada konsultasi, ada satu malaikat mendatangi Tuhan dan bertanya, "Wahai Tuhan, banyak nian waktu yang Kau habiskan untuk menciptakan yang satu ini. Sebenarnya apa yang sedang Kau kerjakan dan siapakah dia?"

"Aku sedang menciptakan makhluk yang bernama ibu," Jawab Tuhan.

"Lalu mengapa sampai memakan waktu demikian lama hingga kami tidak bisa berkonsultasi lagi denganMu?" Tanya malaikat itu lagi.

"Tidakkah kau lihat seberapa rumit perincian yang harus Ku kerjakan? Sedangkan aku baru mengumpulkan sedikit saja kriterianya! Mana bisa aku berhenti mencipta makhluk yang akan mengagumkan ini bila kau mengganggu terus!" Jawab Tuhan dengan ketus.

Malaikat itu terdiam dan tak berani bertanya lagi. Namun ia tetap ingin tahu seperti apa makhluk yang akan dibuat Tuhan. Makhluk yang telah membuat Tuhan bekerja demikian lama sampai lupa waktu bertemu dengan para malaikat membicarakan masalah alam semesta. Diam-diam diliriknya daftar rincian itu dan dibaca;

  • Terbuat dari bahan yang tahan air, tapi bukan plastik.
  • Terdiri dari 180 derajat bagian yang lentur, lemas, dan tidak mudah letih.
  • Mempunyai tiga pasang tangan untuk mengatur, melayani, dan membenahi yang ada menjadi lebih baik, tanpa kenal lelah.
  • Memiliki tiga pasang mata. Sepasang mata satu dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya pada orang yang di dalam, "Sedang apa kamu di dalam sana?" namun mata itu telah tahu jawabannya. Sepasang mata kedua berada di belakang kepala dan bisa melihat sesuatu yang dirahasiakan pemiliknya. Sepasang mata ketiga dapat berbicara dan berkata dengan lembut, "Ibu mengerti dan ibu juga sayang padamu..."
Tergelitik dengan model makhluk yang unik itu, malaikat memberanikan diri bertanya kembali;
"Banyak sekali kriteria makhluk yang akan Kau ciptakan ini Tuhan, apa sanggup ia menerimanya semua? Bukankah dengan memberinya banyak syarat malah bisa membuatnya gampang jatuh sakit?"

"Aha! Betul juga kau, ada yang terlupa!" Kata Tuhan seraya menambahkan daftar rincian tanpa memperdulikan pertanyaan malaikat tadi.

  • Kuat dan tahan banting.
  • Mampu hidup dari sedikit air dan makanan seadanya.
  • Bisa menyembuhkan dirinya sendiri apabila jatuh sakit.
  • Mempunyai rasa sayang yang tak pernah habis diberi, bahkan selalu bertambah setiap kali memberi.
  • Memiliki persediaan maaf yang banyak serta tak pernah ada habis-habisnya bila diminta oleh si anak.
  • Terletak kuping yang lebar untuk menampung keluhan.
  • Terberi ciuman ampuh yang dapat menyembuhkan langkah yang keseleo.
  • Terdapat lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah.
"Selain itu, ada lagi kriteria tambahan yang harus dilekatkan pada makhluk ini sebagai pelengkap." Lanjut Tuhan.
  • Ia harus bisa memberi makan banyak kepala dengan 1 ons daging.
  • Ia dapat membuat seorang anak yang bandel dan keras kepala menjadi penurut tanpa harus membuat hatinya menjadi kecut.
Penasaran dengan model makhluk yang sedang diciptakan itu, malaikat ingin menyentuhnya.

"Boleh saya pegang, Tuhan?" Tanya malaikat takut-takut.

"Silahkan saja." Jawab Tuhan.

"Ooo… terlalu lunak! Bagaimana ia bisa berdiri nanti?" Komentar malaikat.

"Tapi ia kuat!" Kata Tuhan bersemangat. "Tak akan pernah bisa dibayangkan betapa banyak yang bisa ia tanggung, ia pikul, dan ia derita setiap waktunya."

"Tapi, apakah ia dapat berpikir?" Tanya malaikat lagi.




"Ia bukan hanya bisa berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide, dan berkompromi." Jawab Tuhan melengkapi.

Ketika malaikat menyentuh pipi, ia merasakan sesuatu di sana. Ada air yang tergenang...

Malaikat pun berkata, "Ada yang bocor di sini Tuhan!"

"Itu bukan kebocoran." Sanggah Tuhan. "Itu adalah air mata. Kesenangan, kesedihan, kebahagiaan, kepedihan, kebanggaan, kekecewaan, kesakitan, kesepian, dan kerinduan... Semuanya mengalir dari sini."

"Aaaaahhh... Tuhan memang ahlinya." kata malaikat lirih. 


Source : http://luqmanhakim.multiply.com

Artikel Terkait Motivasi

☆☆☆ Terimakasih Semoga Bermanfaat ☆☆☆
Judul: Ketika Tuhan Menciptakan Makhluk Bernama Ibu
Rating: 100% based on Perfect ratings. 168 user reviews.
Ditulis Oleh: Wisnu Jibonk

0 Response to "Ketika Tuhan Menciptakan Makhluk Bernama Ibu"

Posting Komentar