Posts

Showing posts with the label Budaya

Sejarah dan Makna Hari Raya Galungan

Sehubungan dengan jatuhnya Hari Raya Galungan pada hari ini di Bali, maka saya akan membahas sedikit sejarah mengenai Hari Raya Galungan. Semoga dengan ini mereka yang merayakan semakin mendalami makna yang sebenarnya dari Hari Raya Galungan. Kata “Galungan” berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan Dungulan, yang juga berarti menang. Karena itu di Jawa, wuku yang kesebelas disebut Wuku Galungan, sedangkan di Bali wuku yang kesebelas itu disebut Wuku Dungulan. Namanya berbeda, tapi artinya sama saja. Seperti halnya di Jawa dalam rincian pancawara ada sebutan Legi sementara di Bali disebut Umanis, yang artinya sama: manis. Agak sulit untuk memastikan bagaimana asal-usul Hari Raya Galungan ini. Kapan sebenarnya Galungan dirayakan pertamakali di Indonesia, terutama di Jawa dan di daerah lain khususnya di Bali. Drs. I Gusti Agung Gede Putra (mantan Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Departemen Agama RI) memperkirakan, Galun...

Sejarah Perkembangan Agama Hindu

Dalam  upaya memantapkan pandangan kita  terhadap ajaran Hindu Dharma terlebih dahulu kami ingin menekankan kembali nama dan sumber ajaran Hindu atau Hindu Dharma yang kita kenal sebagai satu agama tertua yang masih dianut oleh umat manusia. Hal ini kami pandang sangat perlu mengingat sampai sekarang masih ada pandangan dan buku-buku yang mendiskreditkan agama Hindu dan menganggap agama Hindu sebagai agama yang tidak bersumber pada wahyu Tuhan Yang Maha Esa. Bahkan Prof. Dr. Mukti Ali, sebagai tokoh ahli perbandingan agama di Indonesia pada Kongres Agama-Agama di Indonesia, tanggal 11 Oktober 1993 di Yogyakarta menyatakan bahwa agama Hindu tidak mengenal missi karena dibatasi oleh sistem kasta. Bilama Hindu tidak mengenal missi, bagaimana orang Indonesia di masa yang lalu memeluk agama Hindu? Siapakah yang menyebarkan agama Hindu ke Indonesia? Selanjutnya tentang kasta adalah bentuk penyimpanan dan interpretasi yang keliru dari pengertian Varna sebagai tersebut d...

Menyepi dan Relaksasi di Ubud

Image
Berwisata ke Bali tidak melulu mendatangi pantai atau hiburan malam. Menikmati Pulau Dewata, selain dengan menikmati pesona pantainya yang indah, bisa juga dengan menapaki suasana pedesaan yang sejuk, sepi, dan nyeni. Ketika sudah mulai jenuh dengan suasana pesta dan dunia malam yang hip dan ramai, mungkin itu saatnya Anda beralih ke tempat yang jauh dari keramaian dan hiruk-pikuk. Maka, wisata ke daerah yang tenang dan jauh dari keramaian bisa menjadi pilihan. Dan Ubud bisa dimasukkan ke dalam daftar liburan Anda. Desa yang baru-baru ini dikunjungi Julia Roberts , karena menjadi salah satu lokasi syuting film terbarunya, Eat, Pray, Love, terletak di Kabupaten Gianyar, dan terkenal dengan sebutan ”Desa Wisata”. Atau, ada juga yang menyebutnya sebagai ”Desa Wisatawan Mancanegara”. Ini karena begitu banyaknya wisatawan asing yang berlibur dan bahkan menetap di Ubud. Sebagai desa seni, Ubud menawarkan wisata maupun belanja seni dan budaya bagi para wisatawan. Di sana, kehidu...

Menjelajah Bali Melalui Lukisan

Image
Lukisan Belajar Menari (Dance Lesson) itu sangat mudah dikenali sebagai karya I Gusti Nyoman Lempad. Seperti sebagian besar karya Lempad yang lain, lukisan figuratif yang menggambarkan orang-orang sedang belajar menari itu dibuat dengan tinta hitam putih di atas kertas berukuran 19 x 29 cm. Sebagian besar lukisan Lempad menggambarkan kegiatan sehari-hari masyarakat Bali. I Gusti Nyoman Lempad adalah pelukis legendaris. Lempad, yang dilahirkan di Bedahulu, Gianyar pada 1862 itu, juga dikenal sebagai undagi, perencana bangunan tradisional Bali. Ia juga mendapat pengakuan sebagai pematung dan pembuat perangkat untuk upacara ngaben. Ia menerima Anugerah Seni pada 1970 dari Pemerintah RI, dan pada 1982, menerima penghargaan Dharma Kusuma dari Pemerintah Provinsi Bali. Pemandangan lukisan Lempad itu yang langsung terpampang di depan mata ketika memasuki ARMA, Agung Rai Museum of Art, Ubud, Bali, penggal pertengahan Maret lalu. Dengan membayar tiket masuk Rp 25.000, mata langsun...

Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Image
Siapa yang tak kenal Bali, keindahan alam dan budaya masyarakatnya telah membuat pulau dewata ini begitu mendunia sebagai surga wisata. Namun ternyata daya tarik wisata Bali sebagai tempat pelesir bukan hanya pada keindahan alam saja. Bali memiliki obyek wisata sejarah yang menarik dijelajahi. Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB), misalnya. Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa para pejuang melawan penjajahan. Bangunan yang diresmikan pada 2003 ini berlokasi di depan Kantor Gubernur. MPRB juga menyajikan diorama yang menggambarkan proses kehidupan masyarakat Bali. Mulai dari Masa Prasejarah, Masa Bali Kuno, Masa Bali Madya dan Masa Perjuangan Kemerdekaan. Perjalanan wisata sejarah akan semakin menarik dengan mengunjungi Museum Bali. Benda-benda budaya mulai zaman prasejarah hingga sekarang tersaji disini. Koleksi yang dapat diliat terdiri dari benda arkeologika, ethnografika historika, dan seni rupa. Kesuksesan Bali sebagai sebuah destinasi wisata dunia juga mena...

Perkembangan Jenis Agama di Indonesia

Image
Berdasarkan Penjelasan Atas Penetapan Presiden No 1 Tahun 1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama pasal 1, “Agama-agama yang dipeluk oleh penduduk di Indonesia ialah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu (Confusius)”. Islam Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, dengan 85% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam.Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera. Sedangkan di wilayah timur Indonesia, persentase penganutnya tidak sebesar di kawasan barat. Sekitar 98% Muslim di Indonesia adalah penganut aliran Sunni. Sisanya, sekitar dua juta pengikut adalah Syiah (di atas satu persen), berada di Aceh. Sejarah Islam di Indonesia sangatlah kompleks dan mencerminkan keanekaragaman dan kesempurnaan tersebut kedalam kultur. Pada abad ke-12, sebagian besar pedagang orang Islam dari India tiba di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Hindu yang dominan beserta keraj...

Sistem Pernikahan Di Bali

Image
Busana Adat Bali Dikemukakannya perkawinan umat Hindu di Bali dalam tulisan ini, sebagai dimaklumi bahwa mayoritas (lebih dari 93,5 %) penduduk Bali menganut agama Hindu, dengan demikian pengamatan terhadap perkawinan di daerah ini merupakan hal perlu untuk dipertimbangkan. Umat Hindu di daerah lainnya di Indonesia menempati posisi minoritas, walaupun ada beberapa daerah lainnya di luar pulau Bali, namun posisi mereka tidak dalam satu etnis, sehingga perkawinan Hindu di daerah tersebut tampak mendapat pengaruh dari budaya setempat. Berdasarkan pengamatan sejak beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran utamanya dalam sistem atau jenis perkawinan, sedang acara ritual (upacara agama Hindu) tidak begitu menampakkan perubahan. Sebelum tahun 1960-an, ketika baru beberapa tahun Indonesia merdeka, masih ditemukan sistem perkawinan yang mendekati sistem perkawinan Raksasa dan Paiúaca seperti diuraiakan di atas. Pada masa itu, walaupun tidak banyak dapat ditemukan sistem perkawinan yang dis...

Lunturnya Kearifan Lokal Pulau Dewata

Image
Pengusaha kondominium tidak henti-hentinya menyasar Bali, karena Bali satu-satunya pulau yang serba unik. Serba uniknya Pulau Bali sehingga banyak pengusaha, investor yang datang ke Bali, ibarat gula dicari beribu-ribu semut. Pulau Bali yang unik, tidak mau ketinggalan masyarakatnya pun unik. Keramahtamahan, sopan santun masa lalu yang tiada duanya dan telah tersohor di mancanegara. Namun di balik itu keunikan yang tidak patut ditiru adalah menilai sesuatu yang datangnya dari luar lebih bagus dari apa yang memang ada di Bali. Hal ini disebabkan makin menurunnya kebanggaan terhadap nilai-nilai yang dimiliki/ada di Bali. Menurunnya kebanggaan, menurunkan pula harga diri karena menilai sesuatu yang bersifat duniawi sangat tinggi, melebihi dari harga dirinya sendiri. Kalau ada orang yang kaya secara materi sangat dihargai, apa lagi pengusaha yang datang, masyarakat lupa diri. Karena silau (semata-mata) uang, segala-galanya uang sehingga tanah, sawah dijual demi uang. Banyaknya tanah yang ...

Candi penanda kejayaan Hindu

Image
Candi Prambanan Bila Anda ke Yogyakarta, sempatkanlah mengunjungi salah satu situs warisan dunia UNESCO dan candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, Prambanan. Candi Prambanan adalah bangunan yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada bagian tengah area candi ini dibangun taman. Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang mem...

Sejarah Pariwisata Bali

Image
Kalau pada zaman Romawi orang melakukan perjalanan wisata karena kebutuhan praktis, dambaan ingin tahu dan dorongan keagamaan, maka pada zaman Hindu di Nusantara / Indonesia khususnya di Bali telah terjadi pula perjalanan wisata karena dorongan keagamaan. Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11 kemudian Dang Hyang Nirartha (Pedanda Sakti Wawu Rawuh) pada abad ke 16 datang ke Bali sebagai misi keagamaan dengan titik berat pada konsep Upacara. Perjalanan wisata internasional di Bali telah dimulai pada permulaan abad 20 dimana sebelumnya bahwa Bali diketemukan oleh orang Belanda tahun 1579 yaitu oleh ekspedisi (Cornellis de Houtman) dalam perjalanannya mengelilingi dunia untuk mencari rempah-rempah lalu sampai di Indonesia. Dari Pulau Jawa misi tersebut berlayar menuju ke Timur dan dari kejauhan terlihatla...